Minggu, 30 Juni 2013

menjadi remaja gaul namun syar'i


 Menjadi  remaja gaul namun syar’i
Karya : Isnaini Habsah Hedita Mirsiyasa
Pesantren Terpadu Daaruttaqwa
Zaman sekarang banyak orang yang beranggapan bahwa anak gaul itu identik dengan aneka pernak-pernik yang melekat pada tubuhnya, seperti gelang,kalung,rantai dan lain-lain. harus memilikI pacar dan relasi yang banyak, membanggakan diri karena pernah nge-drink, nge-drugs, dan mempunyai ribuan teman dan follower di facebook atau twitter yang sedang banyak digandrungi oleh remaja sekarang. Itulah sebagian contoh yang dimasukan dalam persyaratan menjadi anak gaul. Padahal seperti yang sudah tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti gaul itu adalah “ hidup berteman atau bersahabat”. Rasulullah SAW bersabda : “Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar menghadapi gangguan mereka itu lebih baik dari seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar menghadapi gangguan mereka”(H.R.Ibnu Majjah dishahihkan oleh Al-Albani) gaul disini tidak hanya bermakna berhubungan dengan orang lain saja, tetapi juga berwawasan luas,supel,dan mengerti teknologi yang ada saat ini.Berwawasan luas artinya harus tahu bagaimana perkembangan Islam dan problematika yang dialami umat saat ini dan penyelesaiannya.
Remaja masa kini katanya adalah remaja yang pergaulannya bisa luas,namun nyatanya gaul itu disalah artikan oleh pada remaja itu sendiri,bahkan sudah dianggap wajar oleh masyarakat kita. Semisal, antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom berbonceng mesra diatas motor, atau sekedar duduk-duduk dipinggir jalan tanpa tujuan yang jelas, dan menghalalkan budidaya pacaran, padahal pacaran adalah perbuatan yang paling membuat remaja Indonesia menjadi labil.Terlebih, pacaran mengarah atau mendorong terjadinya hubungan seks diluar nikah (Premarital Seks) (Singgih 1993:94) apalagi bila premarital seks itu menyebabkan kehamilan, dan hal itu tentunya bukanlah cerita baru.Menurut data Dr.Biran Afandi pada tahun 1987 di Jakarta sudah terdapat 284 remaja yang hamil diluar nikah (AsSalam,oktober 2002). Didalam kehidupan , banyak hal yang mampu membuat remaja menjadi gaul namun tetap syar’i, diantaranya:



1.      Supel
Supel dijadikan syarat utama untuk menjadi gaul, jangan sampai kalian hanya mau mengobrol dan berteman antar sesama remaja-remaja gaul saja, lalu mengisolasi diri kalian dari orang-orang sekitar. Disitu kita bisa belajar berfikiran terbuka mengenai pandangan orang dan lebih menghargai orang lain.

2.      Smart
Yang satu ini bukan hanya sebuah syarat, melainkan tuntutan, sesuai hadist Rasulullah SAW bersabda : “apabila kamu menginginkan dunia maka dengan ilmu,dan apabila kamu menginginkan akhirat maka dengan ilmu, apabila kamu menginginkan keduanya maka dengan ilmu”.

3.      Be brave
Be brave alias berani. Berani menahan nafsu diri,berani melawan arus pergaulan yang tidak jelas , dan berani tampil beda selama itu dalam aturan Islam. hanya dengan memegang teguh ajaran Islam yang bisa membuat kita tangguh dan berani mendobrak halangan yang menghadang jalan. saat orang lain hanya mau mengikuti atau sekedar menjadi follower, remaja gaul yang syar’i tetap berpegang teguh pada pedoman utamanya yaitu Al-Quran. Mereka menciptakan perubahan yang bernilai positif. Oleh karena itu, ungkap L.Kohlberg,alasan moral (Moral Reasoning) harus senantiasa melandasi sikap dan perilaku remaja muslim agar keberanian mereka tidak disalah gunakan.

4.      Tahu bagaimana cara bersyukur
Kebanyakan remaja gaul itu tak tahu cara bersyukur , mereka hanya melihat keadaan orang yang ada di atas mereka tanpa pernah melihat orang yang ada dibawah mereka, perilaku seperti ini yang harusnya diubah oleh para remaja gaul yang syar’i, melihat keadaan orang yang lebih tinggi dari kita membuat kita tidak bersyukur dan menjauh dari Allah,maka dari itu sering-seringlah melihat orang yang keadaannya berada dibawah kita agar kita senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.




5.      Berkarakter
Karakter yang akan terlihat setelah kita dewasa nanti adalah wujud dari kebiasaan-kebiasaan kita yang dilakukan pada saat ini. Orang yang memiliki  karakter tidak akan mudah untuk ikut terbawa arus pergaulan dan mempunyai kepribadian, tidak ikut-ikutan apa yang menjadi tren ataupun kebiasaan orang lain. Dia akan lebih menonjolkan sifat asli yang ada pada dirinya. ”menjadi diri sendiri” itulah yang selalu tertanam dalam jiwa orang yang berkarakter.


Dikalangan  remaja saat ini , mereka justru berfikir cepat untuk mendapatkan predikat gaul yang diidamkannya dengan mencari sensasi-sensasi yang membuat banyak orang berdecak heran atas kelakuan mereka.padahal kegiatan itu sebenarnya membangun karakter diri yang tidak baik.
Remaja gaul itu tidak dilihat dari penampilannya semata. Akan tetapi, remaja gaul adalah remaja yang bisa menunjukan pada dunia bahwa ia mempunyai segudang prestasi dan akhlak yang baik. Apalagi  remaja Islam , jangan sampai identik dengan budaya barat. Remaja Islam mempunyai banyak tantangan dalam menghadapi globalisasi. Terlebih kita tidak bisa terlepas dari berbagai peristiwa yang terjadi di dunia , jika kita tidak segera sadar dengan kondisi yang ada , bisa saja kita terperangkap jerat-jerat setan manusia dan para musuh Islam terlebih apabila salah merespon globalisasi kita akan terbawa arus gaya hidup yang tidak Islami dan merugikan diri sendiri. Dari sana bisa ditarik kesimpulan awal, bahwa remaja muslim pun juga harus “gaul” dan mampu bersaing secara global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar