Menjadi remaja gaul namun
syar’i
Karya : Isnaini Habsah Hedita Mirsiyasa
Pesantren Terpadu Daaruttaqwa
Zaman sekarang banyak orang yang beranggapan bahwa anak gaul itu identik
dengan aneka pernak-pernik yang melekat pada tubuhnya, seperti gelang,kalung,rantai
dan lain-lain. harus memilikI pacar dan relasi yang banyak, membanggakan diri
karena pernah nge-drink, nge-drugs, dan mempunyai ribuan teman dan follower di
facebook atau twitter yang sedang banyak digandrungi oleh remaja sekarang. Itulah
sebagian contoh yang dimasukan dalam persyaratan menjadi anak gaul. Padahal
seperti yang sudah tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti gaul
itu adalah “ hidup berteman atau bersahabat”. Rasulullah SAW bersabda :
“Seorang mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar menghadapi gangguan
mereka itu lebih baik dari seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan
tidak bersabar menghadapi gangguan mereka”(H.R.Ibnu Majjah dishahihkan oleh
Al-Albani) gaul disini tidak hanya bermakna berhubungan dengan orang lain saja,
tetapi juga berwawasan luas,supel,dan mengerti teknologi yang ada saat
ini.Berwawasan luas artinya harus tahu bagaimana perkembangan Islam dan
problematika yang dialami umat saat ini dan penyelesaiannya.
Remaja masa kini katanya adalah remaja yang pergaulannya bisa luas,namun
nyatanya gaul itu disalah artikan oleh pada remaja itu sendiri,bahkan sudah
dianggap wajar oleh masyarakat kita. Semisal, antara laki-laki dan perempuan
yang bukan mahrom berbonceng mesra diatas motor, atau sekedar duduk-duduk
dipinggir jalan tanpa tujuan yang jelas, dan menghalalkan budidaya pacaran,
padahal pacaran adalah perbuatan yang paling membuat remaja Indonesia menjadi
labil.Terlebih, pacaran mengarah atau mendorong terjadinya hubungan seks diluar
nikah (Premarital Seks) (Singgih 1993:94) apalagi bila premarital seks itu
menyebabkan kehamilan, dan hal itu tentunya bukanlah cerita baru.Menurut data
Dr.Biran Afandi pada tahun 1987 di Jakarta sudah terdapat 284 remaja yang hamil
diluar nikah (AsSalam,oktober 2002). Didalam kehidupan , banyak hal yang mampu
membuat remaja menjadi gaul namun tetap syar’i, diantaranya:
1. Supel
Supel dijadikan syarat utama untuk
menjadi gaul, jangan sampai kalian hanya mau mengobrol dan berteman antar
sesama remaja-remaja gaul saja, lalu mengisolasi diri kalian dari orang-orang
sekitar. Disitu kita bisa belajar berfikiran terbuka mengenai pandangan orang
dan lebih menghargai orang lain.
2. Smart
Yang satu ini bukan hanya sebuah
syarat, melainkan tuntutan, sesuai hadist Rasulullah SAW bersabda : “apabila
kamu menginginkan dunia maka dengan ilmu,dan apabila kamu menginginkan akhirat
maka dengan ilmu, apabila kamu menginginkan keduanya maka dengan ilmu”.
3. Be brave
Be brave alias berani. Berani menahan
nafsu diri,berani melawan arus pergaulan yang tidak jelas , dan berani tampil
beda selama itu dalam aturan Islam. hanya dengan memegang teguh ajaran Islam
yang bisa membuat kita tangguh dan berani mendobrak halangan yang menghadang
jalan. saat orang lain hanya mau mengikuti atau sekedar menjadi follower, remaja
gaul yang syar’i tetap berpegang teguh pada pedoman utamanya yaitu Al-Quran. Mereka
menciptakan perubahan yang bernilai positif. Oleh karena itu, ungkap
L.Kohlberg,alasan moral (Moral Reasoning) harus senantiasa melandasi sikap dan
perilaku remaja muslim agar keberanian mereka tidak disalah gunakan.
4. Tahu bagaimana cara bersyukur
Kebanyakan remaja gaul itu tak tahu
cara bersyukur , mereka hanya melihat keadaan orang yang ada di atas mereka
tanpa pernah melihat orang yang ada dibawah mereka, perilaku seperti ini yang
harusnya diubah oleh para remaja gaul yang syar’i, melihat keadaan orang yang
lebih tinggi dari kita membuat kita tidak bersyukur dan menjauh dari Allah,maka
dari itu sering-seringlah melihat orang yang keadaannya berada dibawah kita
agar kita senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
5. Berkarakter
Karakter yang akan terlihat setelah
kita dewasa nanti adalah wujud dari kebiasaan-kebiasaan kita yang dilakukan
pada saat ini. Orang yang memiliki karakter tidak akan mudah untuk ikut terbawa
arus pergaulan dan mempunyai kepribadian, tidak ikut-ikutan apa yang menjadi
tren ataupun kebiasaan orang lain. Dia akan lebih menonjolkan sifat asli yang
ada pada dirinya. ”menjadi diri sendiri” itulah yang selalu tertanam dalam jiwa
orang yang berkarakter.
Dikalangan remaja saat ini , mereka justru berfikir cepat
untuk mendapatkan predikat gaul yang diidamkannya dengan mencari sensasi-sensasi
yang membuat banyak orang berdecak heran atas kelakuan mereka.padahal kegiatan
itu sebenarnya membangun karakter diri yang tidak baik.
Remaja gaul
itu tidak dilihat dari penampilannya semata. Akan tetapi, remaja gaul adalah
remaja yang bisa menunjukan pada dunia bahwa ia mempunyai segudang prestasi dan
akhlak yang baik. Apalagi remaja Islam ,
jangan sampai identik dengan budaya barat. Remaja Islam mempunyai banyak
tantangan dalam menghadapi globalisasi. Terlebih kita tidak bisa terlepas dari
berbagai peristiwa yang terjadi di dunia , jika kita tidak segera sadar dengan
kondisi yang ada , bisa saja kita terperangkap jerat-jerat setan manusia dan
para musuh Islam terlebih apabila salah merespon globalisasi kita akan terbawa
arus gaya hidup yang tidak Islami dan merugikan diri sendiri. Dari sana bisa
ditarik kesimpulan awal, bahwa remaja muslim pun juga harus “gaul” dan mampu
bersaing secara global.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar